MATERI 5 DARI 28
Prompt untuk planning dan arsitektur
Minta AI membuat rencana yang menyebut data flow, trust boundary, test, risiko, dan rollback sebelum coding.
Tujuan pembelajaran
- Menyusun prompt planning yang konkret.
- Menilai asumsi dan trade-off arsitektur.
- Mendeteksi rencana yang terlalu luas.
Konsep utama
Komponen prompt
Sebut tujuan, konteks, constraint, out-of-scope, acceptance criteria, dan format hasil.
Pertanyaan arsitektur
Tanyakan siapa yang dipercaya, data apa yang sensitif, dan bagaimana kegagalan dipulihkan.
Alur kerja teknis
- Tulis tujuan dan acceptance criteria.
- Buat perubahan kecil yang dapat ditinjau.
- Jalankan test dan baca diff sebelum menerima hasil AI.
Contoh implementasi
Template prompt planning
cat <<'PROMPT'
Rancang endpoint upload avatar. Jelaskan data flow, validasi MIME/ukuran, CSRF, storage path, cleanup saat DB gagal, test negatif, dan rollback. Jangan menulis kode sebelum rencana disetujui.
PROMPTAspek keamanan
- Jangan menerima arsitektur tanpa threat boundary.
- Pastikan rencana tidak meminta akses atau permission berlebihan.
- Tanyakan bagaimana audit dan error handling bekerja.
Kesalahan umum
- Menerima kode AI tanpa membaca diff dan memahami alur data.
- Menguji hanya happy path dan mengabaikan input salah atau batas nilai.
- Menyimpan secret, token, atau data nyata di prompt dan source code.
Pengujian dan verifikasi
- Jalankan contoh dengan input normal.
- Ulangi dengan input kosong, tipe salah, dan nilai batas.
- Pastikan error tidak membocorkan secret atau detail internal.
Latihan
- Modifikasi contoh dengan satu kebutuhan baru dan tulis acceptance criteria-nya.
- Tambahkan satu negative test lalu jelaskan risiko yang dicegah.
Checklist
- Tujuan dan batas pekerjaan jelas.
- Input divalidasi di server.
- Secret tidak berada di source/prompt.
- Test lulus dan diff sudah dibaca.
Rangkuman
Minta AI membuat rencana yang menyebut data flow, trust boundary, test, risiko, dan rollback sebelum coding.